Peningkatan Produksi Benih Padi Berkualitas and Good Agriculture Practice (GAP)
SUSTAINABLE LIVELIHOOD


Pertanian memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat desa, namun masih menghadapi tantangan seperti rendahnya kualitas benih dan penerapan teknik budidaya yang belum optimal. Untuk mengatasi hal tersebut, diselenggarakan pelatihan peningkatan produksi benih padi berkualitas dan penerapan Good Agriculture Practice (GAP) guna meningkatkan kapasitas petani dalam menghasilkan benih unggul, menerapkan budidaya yang ramah lingkungan, serta mengelola pascapanen dengan baik. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan mutu hasil padi di tingkat desa.
Proses Kegiatan :
Pelaksanaan kegiatan Pelatihan Peningkatan Produksi Benih Padi Berkualitas dan Good Agriculture Practice (GAP) diawali dengan penyampaian materi oleh narasumber dari Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Dinas Pertanian, Peternakan, dan Perkebunan Kabupaten Ketapang, yaitu Bapak Gusti Mushamarsyah. Dalam paparannya, beliau menjelaskan secara rinci mengenai pengertian penangkar benih, klasifikasi benih sumber padi, serta syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk menjadi penangkar benih. Selain itu, disampaikan pula penjelasan tentang prosedur sertifikasi benih padi, mekanisme pemasaran benih hasil penangkaran, serta penerapan prinsip Good Agriculture Practice (GAP) sebagai upaya untuk meningkatkan produktivitas tanaman padi secara berkelanjutan. Materi yang disampaikan lebih menekankan pada aspek administratif, teknis, dan prosedural yang harus dijalankan oleh penangkar benih agar sesuai dengan standar mutu yang ditetapkan.
Selanjutnya, kegiatan pelatihan dilanjutkan pada tanggal 24 September 2024 dengan sesi praktik lapangan yang dipandu oleh Bapak Suparmin, selaku Pengelola UPT Balai Benih Sungai Awan. Pada sesi ini, peserta mengikuti kegiatan secara langsung di lahan praktik yang mencakup beberapa tahapan penting, yaitu pengairan lahan, pengolahan tanah, perlakuan benih sebelum tanam, dan penaburan benih. Selain praktik teknis, peserta juga mengikuti sesi berbagi pengalaman (sharing session) bersama Bapak Zainal Arifin, seorang penangkar benih yang telah memiliki Surat Keputusan (SK) Provinsi dan berpengalaman di bidang penangkaran benih padi di Kecamatan Matan Hilir Selatan. Dalam sesi ini, peserta mendapatkan pengetahuan praktis mengenai pengelolaan lahan dan teknik penangkaran benih yang efektif. Kegiatan juga dilengkapi dengan demonstrasi pembuatan dan pengaplikasian pupuk organik biolahang, yang bertujuan untuk meningkatkan kesuburan tanah dan produktivitas tanaman padi secara alami. Melalui kombinasi antara materi teori dan praktik lapangan ini, peserta pelatihan memperoleh pemahaman menyeluruh mengenai teknik penangkaran benih padi yang baik, prosedur sertifikasi, serta penerapan GAP dalam kegiatan budidaya padi secara berkelanjutan.
Kendala dan Tantangan : -
Kesimpulan/Solusi Pemecahan :
Kegiatan Pelatihan Peningkatan Produksi Benih Padi Berkualitas dan Good Agriculture Practice (GAP) berhasil dilaksanakan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi peserta, khususnya para petani dan calon penangkar benih di wilayah dampingan. Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh pemahaman komprehensif mengenai teknik penangkaran benih padi yang sesuai standar, mulai dari aspek administrasi, sertifikasi, hingga praktik lapangan yang mencakup pengolahan lahan, perlakuan benih, dan penerapan GAP untuk meningkatkan produktivitas.
Keterlibatan narasumber dari Dinas Pertanian, Peternakan, dan Perkebunan Kabupaten Ketapang, UPT Balai Benih Sungai Awan, serta praktisi penangkar berpengalaman memberikan wawasan yang aplikatif dan relevan dengan kondisi lapangan. Selain itu, praktik pembuatan dan penggunaan pupuk organik biolahang turut memperkuat pemahaman peserta terhadap pentingnya penerapan teknologi ramah lingkungan dalam budidaya padi. Secara keseluruhan, kegiatan ini mampu meningkatkan kapasitas petani dalam menghasilkan benih padi berkualitas tinggi serta mendukung penerapan praktik pertanian berkelanjutan di tingkat desa.
