landscape photography of mountains with cloudy skies during golden hour

Peningkatan Kapasitas Komunikasi LPHD, KUPS, Kelompok Perempuan, dan Pemerintah

FOREST GOVERNANCE

Irdan Muzakki

3/12/20263 min read

Kapasitas komunikasi menjadi faktor penting dalam mendukung pengelolaan hutan berbasis masyarakat yang berkelanjutan. LPHD, KUPS, kelompok perempuan, dan pemerintah desa merupakan aktor utama yang berperan dalam pengelolaan sumber daya alam dan kegiatan ekonomi desa, namun masih menghadapi tantangan dalam koordinasi dan penyampaian informasi. Oleh karena itu, kegiatan peningkatan kapasitas komunikasi dilaksanakan untuk memperkuat kemampuan peserta dalam membangun komunikasi yang efektif, transparan, dan partisipatif. Melalui kegiatan ini diharapkan kolaborasi antar pihak semakin kuat, keterlibatan kelompok perempuan meningkat, serta pengelolaan hutan dan pembangunan ekonomi desa dapat berjalan lebih sinergis, inklusif, dan berkelanjutan.

Proses Kegiatan :

Kegiatan Peningkatan Kapasitas Komunikasi LPHD, KUPS, Kelompok Perempuan, dan Pemerintah Desa dari 4 Desa diawali dengan suasana yang khidmat melalui menyanyikan lagu wajib Indonesia Raya yang dipandu oleh panitia. Kegiatan ini menjadi simbol pembuka untuk menumbuhkan semangat kebangsaan dan kebersamaan di antara seluruh peserta yang hadir. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan pertama dari Tropenbos Indonesia, yang diwakili oleh Facilitator Governance. Dalam sambutannya, Tropenbos Indonesia menyampaikan apresiasi atas partisipasi seluruh peserta dari empat desa serta menegaskan pentingnya kegiatan ini sebagai bagian dari komitmen dalam memperkuat kapasitas kelembagaan desa. Tropenbos Indonesia juga menekankan bahwa kemampuan komunikasi yang baik menjadi dasar bagi penguatan tata kelola hutan, kolaborasi antar lembaga, serta keberlanjutan program.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh perwakilan Politeknik Negeri Ketapang, Bapak Darmato, yang menyampaikan rasa terima kasih kepada Tropenbos Indonesia atas kerja sama yang telah terjalin dalam upaya peningkatan kapasitas lembaga desa. Beliau menegaskan bahwa kemajuan suatu lembaga sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusianya. Oleh karena itu, pelatihan ini diharapkan dapat memberikan dampak nyata bagi para pengurus LPHD, KUPS, kelompok perempuan, dan pemerintah desa untuk menjadi lebih kompeten dan profesional dalam menjalankan tugasnya. Ia juga berharap kerja sama antara Politeknik Negeri Ketapang dan Tropenbos Indonesia dapat terus berlanjut demi memperkuat kapasitas kelembagaan di tingkat desa.

Sambutan ketiga disampaikan oleh Kepala KPH Ketapang Selatan, Bapak Kuswadi, yang menjelaskan bahwa di Kabupaten Ketapang terdapat dua unit pengelolaan, yaitu KPH Ketapang Selatan dan KPH Ketapang Utara. Dalam sambutannya, beliau menyoroti bahwa KPH Ketapang Selatan saat ini menjadi salah satu wilayah yang menonjol berkat kegiatan pengelolaan hutan bersama LPHD. Oleh karena itu, para pengurus LPHD diharapkan lebih bersemangat dan konsisten dalam mengelola Hutan Desa yang telah menjadi tanggung jawab mereka. Beliau juga menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam menjaga keberlanjutan pengelolaan hutan. Dalam konteks pengelolaan sumber daya alam, dibutuhkan sumber daya manusia yang matang dan memiliki kemampuan komunikasi yang baik agar dapat menyampaikan informasi secara tepat dan efektif, khususnya terkait izin pengelolaan hutan yang telah diberikan oleh Kementerian. Harapannya, pelatihan ini dapat menjadi wadah pembelajaran yang memberikan pemahaman mendalam serta membangun kemampuan komunikasi yang kuat di kalangan peserta.

Setelah sesi sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan rangkaian sesi pemaparan materi pelatihan yang dirancang untuk memperkuat kapasitas komunikasi para peserta secara komprehensif.  Sesi Pertama menghadirkan Bapak Eka Wahyudi, dosen dari Politeknik Negeri Ketapang, dengan materi berjudul “Komunikasi Efektif.” Pada sesi ini, peserta mendapatkan pemahaman dasar mengenai prinsip-prinsip komunikasi yang efektif, mencakup kemampuan menyampaikan pesan dengan jelas, mendengarkan secara aktif, serta memahami konteks sosial dan budaya dalam berkomunikasi. Materi ini menekankan bahwa komunikasi yang baik tidak hanya bergantung pada penyampaian informasi, tetapi juga pada kemampuan membangun kepercayaan dan saling pengertian di antara pihak-pihak yang terlibat.

Sesi Kedua dilanjutkan dengan materi “Komunikasi Interpersonal dan Teknik Berbicara” yang disampaikan oleh Bapak Setra. Pada sesi ini, peserta diajak untuk memahami pentingnya komunikasi antarpribadi dalam membangun hubungan kerja yang harmonis, baik di dalam lembaga maupun dengan masyarakat luas. Peserta juga dilatih untuk mengembangkan kemampuan berbicara di depan umum (public speaking), termasuk cara mengatur intonasi, ekspresi, dan bahasa tubuh agar pesan yang disampaikan lebih meyakinkan dan menarik. Sesi ini berlangsung interaktif dengan latihan-latihan praktis yang mendorong peserta lebih percaya diri dalam berkomunikasi.

Sesi Ketiga menghadirkan Mbak Mona dengan materi “Kepemimpinan.” Materi ini menekankan pentingnya peran komunikasi dalam kepemimpinan yang efektif. Peserta diajak memahami bagaimana seorang pemimpin harus mampu menjadi pendengar yang baik, komunikator yang jelas, serta inspirator bagi timnya. Selain itu, dibahas pula nilai-nilai kepemimpinan partisipatif yang relevan dengan konteks pengelolaan lembaga desa, di mana kolaborasi dan keterbukaan informasi menjadi kunci keberhasilan bersama.

Rangkaian kegiatan pelatihan ini berjalan dengan lancar dan mendapat antusiasme tinggi dari peserta. Melalui pendekatan interaktif dan materi yang relevan, kegiatan ini berhasil meningkatkan pemahaman peserta tentang pentingnya komunikasi dalam membangun tata kelola kelembagaan yang transparan, efektif, dan partisipatif. Peserta dari berbagai latar belakang lembaga juga memperoleh kesempatan untuk saling bertukar pengalaman, memperkuat jejaring kerja, serta meningkatkan rasa percaya diri dalam berkomunikasi dan berkoordinasi di lingkungan masing-masing.

Kendala dan Tantangan : -

Kesimpulan/Solusi Pemecahan :

Kegiatan Peningkatan Kapasitas Komunikasi LPHD, KUPS, Kelompok Perempuan, dan Pemerintah Desa dari 4 Desa berjalan dengan lancar dan mendapat antusiasme tinggi dari peserta. Melalui rangkaian sesi yang meliputi sambutan, pemaparan materi, dan diskusi interaktif, kegiatan ini berhasil meningkatkan pemahaman peserta tentang pentingnya komunikasi yang efektif, interpersonal, serta kepemimpinan dalam mendukung tata kelola kelembagaan di tingkat desa.

Para peserta memperoleh keterampilan praktis dalam menyampaikan informasi, membangun kerja sama, serta memperkuat koordinasi antar lembaga dan masyarakat. Kegiatan ini juga memperkuat kolaborasi antara Tropenbos Indonesia, Politeknik Negeri Ketapang, dan KPH Ketapang Selatan dalam mendukung peningkatan kapasitas sumber daya manusia desa. Secara keseluruhan, kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan kemampuan komunikasi lembaga desa, memperkuat jejaring antar pihak, serta mendorong partisipasi aktif masyarakat, termasuk kelompok perempuan, dalam pengelolaan hutan yang berkelanjutan dan berkeadilan sosial.

Related Stories