landscape photography of mountains with cloudy skies during golden hour

Pengkayaan (ANR) Tanaman Hutan Desa Sungai Besar

FOREST RESTORATION

Irdan Muzakki

3/12/20262 min read

Hutan desa berperan penting dalam pengelolaan sumber daya alam berbasis masyarakat, namun sebagian kawasan di Desa Sungai Besar mengalami degradasi akibat kebakaran, penebangan liar, dan pembukaan lahan yang tidak terkendali. Untuk memulihkan ekosistem, Tropenbos Indonesia bersama LPHD Sungai Besar melaksanakan Pengkayaan Tanaman dengan metode Assisted Natural Regeneration (ANR), yang fokus pada pemulihan alami melalui perlindungan, pemeliharaan, dan penambahan jenis tanaman lokal. Kegiatan ini bertujuan mempercepat regenerasi vegetasi, meningkatkan tutupan lahan, menjaga keseimbangan ekosistem, serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pengelolaan hutan desa yang berkelanjutan.

Proses Kegiatan :

Kegiatan pengkayaan tanaman (Assisted Natural Regeneration/ANR) di Hutan Desa Sungai Besar dilaksanakan pada area seluas 4 hektar dengan tujuan mempercepat proses pemulihan vegetasi alami dan meningkatkan tutupan lahan di kawasan hutan yang mengalami degradasi. Pengkayaan dilakukan menggunakan jenis-jenis tanaman lokal (native species) yang berasal dari ekosistem alami di sekitar lokasi kegiatan. Pemilihan jenis bibit disesuaikan dengan kondisi lingkungan setempat, di mana area penanaman di Sungai Kepuluk tergolong lahan yang relatif mudah tergenang air, sehingga bibit yang dipilih merupakan spesies yang memiliki daya adaptasi tinggi terhadap kondisi tersebut.

Jenis tanaman yang digunakan dalam kegiatan pengkayaan meliputi Gerunggang sebanyak 25 batang, Mentanang 50 batang, Bintangor 50 batang, Prepat 50 batang, Gelam Tikus 50 batang, Petai Belalang 50 batang, Pempasir 25 batang, Pulai 70 batang, dan Jangkang 30 batang, dengan total keseluruhan sebanyak 400 bibit. Penanaman dilakukan dengan jarak tanam 10 x 10 meter agar tanaman dapat tumbuh optimal tanpa saling menaungi dan memiliki ruang yang cukup untuk berkembang. Selain kegiatan penanaman, tim restorasi LPHD Sungai Besar juga melaksanakan pemeliharaan anakan alami (ANR) di sekitar lokasi pengkayaan dengan radius antara 5–10 meter dari setiap tanaman yang ditemukan di lapangan. Kegiatan ini bertujuan untuk melindungi dan memfasilitasi pertumbuhan anakan alami yang telah tumbuh secara spontan di kawasan tersebut. Pemilihan anakan yang dipelihara didasarkan pada beberapa kriteria, antara lain termasuk dalam jenis prioritas ANR, tumbuh sehat dan tidak terserang hama atau penyakit, serta memiliki tinggi kurang dari 1,5 meter agar mudah dilakukan pemeliharaan dan pemantauan.

Tahapan kegiatan pemeliharaan meliputi pemberian tanda pada anakan yang dipilih, pembersihan gulma di sekitar tanaman dengan radius satu meter untuk mengurangi kompetisi unsur hara, pengukuran tinggi anakan, serta pencatatan jenis dan kondisi anakan ke dalam Tally Sheet sebagai bagian dari dokumentasi dan pemantauan pertumbuhan. Seluruh kegiatan pengkayaan dan pemeliharaan dilakukan secara gotong royong oleh tim restorasi LPHD Sungai Besar dengan pendampingan teknis dari fasilitator lapangan. Kegiatan ini berjalan dengan baik, terorganisir, dan mencerminkan komitmen masyarakat dalam menjaga serta memulihkan ekosistem hutan desa secara berkelanjutan.

Kendala dan Tantangan : -

Kesimpulan/Solusi Pemecahan :

Kegiatan Pengkayaan (Assisted Natural Regeneration/ANR) Tanaman Hutan Desa Sungai Besar merupakan upaya nyata dalam mempercepat proses pemulihan ekosistem hutan yang terdegradasi akibat kebakaran dan aktivitas manusia. Melalui pendekatan ANR, kegiatan ini berhasil mengombinasikan upaya penanaman tanaman lokal dan pemeliharaan anakan alami guna memperkuat regenerasi vegetasi hutan secara alami dan berkelanjutan. Pelaksanaan kegiatan di area seluas 4 hektar dengan total 400 bibit dari berbagai jenis tanaman asli seperti Gerunggang, Mentanang, Pulai, dan Bintangor menunjukkan komitmen LPHD Sungai Besar dalam menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus mempertahankan keanekaragaman hayati lokal. Selain itu, kegiatan pemeliharaan terhadap anakan alami di sekitar area pengkayaan menjadi langkah penting dalam menjaga kelangsungan pertumbuhan vegetasi tanpa harus sepenuhnya bergantung pada penanaman baru. Secara keseluruhan, kegiatan pengkayaan dan pemeliharaan ANR berjalan dengan baik dan melibatkan partisipasi aktif masyarakat serta pendampingan teknis dari fasilitator. Hal ini menjadi bukti bahwa pendekatan berbasis masyarakat dapat menjadi strategi efektif dalam mendukung restorasi ekosistem hutan desa, sekaligus memperkuat tanggung jawab kolektif dalam menjaga kelestarian lingkungan dan sumber daya alam secara berkelanjutan.

Related Stories