landscape photography of mountains with cloudy skies during golden hour

Pelatihan Pengelolahan dan Penyimpanan Hasil Produk Ikan

SUSTAINABLE LIVELIHOOD

Irdan Muzakki

3/12/20262 min read

Sektor perikanan memiliki potensi besar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, namun sering terkendala oleh rendahnya pengetahuan dalam pengelolaan dan penyimpanan hasil ikan sehingga kualitas produk cepat menurun. Untuk mengatasi hal tersebut, diselenggarakan pelatihan pengelolaan dan penyimpanan hasil produk ikan guna meningkatkan keterampilan masyarakat dalam menangani pascapanen secara higienis dan berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, peserta mempelajari teknik pengolahan, pengawetan alami, dan penyimpanan yang tepat agar ikan tetap segar lebih lama serta memiliki nilai jual yang lebih tinggi.

Proses Kegiatan :

Kegiatan Pelatihan Pengelolaan dan Penyimpanan Hasil Produk Ikan diawali dengan sesi pembukaan yang diisi oleh sambutan dari Ketua LPHD Rawa Gambut Desa Sungai Besar dan Ketua LPHD Pangkalan Telok, serta secara resmi dibuka oleh Bapak Izwar, selaku perwakilan dari Pemerintah Desa Sungai Besar yang menjadi lokasi pelaksanaan kegiatan. Setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan perkenalan mahasiswa magang dari Universitas Tanjungpura (UNTAN) dan VHL University Belanda, serta perkenalan dengan narasumber pelatihan. Usai sesi pembukaan, kegiatan berlanjut dengan foto bersama dan penandatanganan berita acara antara Ketua LPHD Sungai Besar, Ketua LPHD Pangkalan Telok, dan Ketua LPHD Pematang Gadung. Pada kesempatan tersebut juga dilakukan serah terima barang inventaris pelatihan, berupa peralatan yang digunakan selama kegiatan berlangsung.

Acara kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi pelatihan oleh narasumber dari Politeknik Negeri Ketapang, yaitu Ir. Ningrum Dwi Hastuti, S.TP., M.P.. Dalam pemaparannya, narasumber membawakan beberapa materi utama yang meliputi pembuatan nugget ikan lele, pembuatan stik ikan lele, berbagi pengalaman dalam mengolah hasil perikanan menjadi produk bernilai tambah, serta pengemasan dan strategi pemasaran produk olahan ikan. Materi disampaikan secara interaktif dan mudah dipahami oleh peserta. Setelah sesi penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab antara peserta dan narasumber. Pertanyaan yang diajukan antara lain mengenai penggunaan penyedap rasa dalam olahan ikan serta cara menghilangkan bau amis atau lumpur pada ikan lele. Narasumber menjelaskan bahwa penggunaan penyedap bersifat opsional tergantung selera masing-masing, sedangkan untuk mengurangi bau amis dapat digunakan bahan alami seperti jeruk sambal, kunyit, atau garam.

Sebagai penutup, peserta mengikuti praktek langsung pembuatan stik dan nugget ikan lele. Dalam sesi ini, para peserta—khususnya kelompok ibu-ibu dari desa dampingan—menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti setiap tahapan kegiatan. Sesi praktik memberikan pengalaman nyata sekaligus keterampilan baru dalam mengolah hasil ikan menjadi produk bernilai ekonomi. Melalui kegiatan ini, masyarakat memperoleh pengetahuan dan kemampuan yang dapat dikembangkan menjadi usaha rumah tangga berbasis olahan ikan, sehingga berpotensi meningkatkan pendapatan keluarga sekaligus mendukung pengelolaan hasil perikanan yang lebih produktif dan berkelanjutan.

Kendala dan Tantangan :

1. Beberapa peserta pelatihan yang hadir terdiri atas laki-laki sehingga tidak fokus/enggan dalam memasak

Kesimpulan/Solusi Pemecahan :

Kegiatan Pelatihan Pengelolaan dan Penyimpanan Hasil Produk Ikan merupakan upaya nyata dalam meningkatkan kapasitas masyarakat, khususnya kelompok LPHD dan warga desa dampingan, dalam mengelola hasil perikanan agar memiliki nilai tambah ekonomi. Melalui pelatihan ini, peserta memperoleh pengetahuan dan keterampilan praktis mengenai pengolahan ikan lele menjadi berbagai produk olahan seperti nugget dan stik ikan, serta pemahaman tentang teknik pengemasan dan pemasaran produk secara tepat.

Kegiatan yang diawali dengan sambutan dan pembukaan oleh perwakilan desa serta pihak LPHD, kemudian dilanjutkan dengan sesi materi, diskusi, dan praktik langsung, berlangsung dengan baik dan mendapat antusiasme tinggi dari peserta. Pelatihan ini tidak hanya memberikan manfaat dalam hal peningkatan keterampilan teknis, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha kecil berbasis produk olahan ikan yang bernilai jual lebih tinggi. Dengan demikian, kegiatan ini berkontribusi positif terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat sekaligus mendukung pemanfaatan sumber daya perikanan secara berkelanjutan.

Related Stories