landscape photography of mountains with cloudy skies during golden hour

Pelatihan Pembuatan Kompos Blok dan Revegetasi Hutan Bagi LPHD

FOREST RESTORATION

Irdan Muzakki

3/12/20262 min read

Lahan gambut memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan menyimpan karbon, namun kerusakan akibat kebakaran dan pengelolaan yang tidak berkelanjutan telah menurunkan kualitas lingkungan. Untuk mendukung pemulihan lahan gambut, Tropenbos Indonesia bersama LPHD Sungai Pelang, Sungai Besar, dan Pangkalan Telok menyelenggarakan pelatihan pembuatan kompos blok dan revegetasi lahan gambut guna meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam membuat media tanam alami serta menerapkan teknik revegetasi yang ramah lingkungan. Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung keberhasilan penanaman dan restorasi lahan gambut di desa-desa dampingan.

Proses Kegiatan :

Kegiatan pelatihan diawali dengan sesi pembukaan dan sambutan dari beberapa pihak yang terlibat. Sambutan pertama disampaikan oleh Bapak Ujang Susep Irawan yang membuka acara dengan ucapan syukur dan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah hadir. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan rasa terima kasih kepada Kepala Desa yang turut hadir serta kepada Dr. Marinus dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang datang langsung dari Jakarta untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman mengenai teknik revegetasi hutan yang rusak, khususnya di kawasan lahan gambut. Bapak Ujang juga menyampaikan apresiasi kepada LPHD Sungai Pelang, Sungai Besar, dan Pangkalan Telok yang telah berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini. Beliau berharap melalui pelatihan ini peserta dapat memperoleh pengalaman baru untuk meningkatkan keberhasilan penanaman dan meminimalkan risiko kegagalan di lahan gambut.

Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Bapak Ahmad Baawni, selaku Kepala Desa. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan rasa terima kasih kepada pihak Tropenbos Indonesia dan Dr. Marinus atas terselenggaranya pelatihan ini. Beliau juga mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan langkah positif dalam menjaga dan memulihkan lingkungan, terutama dalam upaya revegetasi dan pengelolaan lahan gambut di tiga desa dampingan. Menurut beliau, kegiatan ini menjadi peluang bagi masyarakat untuk berperan aktif menjaga kawasan hutan agar tetap lestari. Selain itu, beliau juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Tropenbos yang selama ini telah membantu masyarakat, antara lain melalui pembangunan sekat kanal dan kegiatan restorasi lingkungan lainnya.

Setelah sesi sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi inti oleh Dr. Marinus. Dalam paparannya, beliau membahas beberapa topik penting yang berkaitan dengan pengelolaan ekosistem gambut, antara lain: kerusakan ekosistem gambut dan upaya restorasinya, pemeliharaan tanaman pada lahan terdegradasi, desain pengelolaan lahan gambut dengan risiko kecil kebakaran hutan dan lahan, serta pencegahan kebakaran hutan dan revegetasi lahan gambut terdegradasi. Materi yang disampaikan tidak hanya menekankan pada aspek teori, tetapi juga dilengkapi dengan contoh kasus di lapangan serta metode teknis yang dapat diterapkan oleh peserta di wilayah kerja masing-masing.

Usai penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi praktik lapangan yang bertujuan untuk memberikan pengalaman langsung kepada peserta. Adapun praktik yang dilakukan antara lain: pembuatan kompos blok, pembuatan F1 embrio, pembuatan bedengan dengan menggunakan bahan hijauan, coklatan, arang sekam atau kotoran ternak, serta dekomposer, pembuatan perangkap madu lebah, dan pembuatan alat penangkap embun. Melalui sesi praktik ini, peserta memperoleh pemahaman nyata mengenai teknik-teknik sederhana namun efektif dalam mendukung kegiatan revegetasi dan pengelolaan lahan gambut berkelanjutan.

Secara keseluruhan, kegiatan pelatihan ini berjalan dengan lancar dan mendapat antusiasme tinggi dari peserta. Melalui kegiatan ini, para anggota LPHD dan masyarakat desa dampingan memperoleh tambahan wawasan serta keterampilan baru yang dapat diterapkan untuk mendukung keberhasilan program rehabilitasi dan perlindungan ekosistem gambut di wilayah mereka masing-masing.

Kendala dan Tantangan :-

Kesimpulan/Solusi Pemecahan : Kegiatan Pelatihan Pembuatan Kompos Blok dan Revegetasi Lahan Gambut berjalan dengan lancar dan mendapat antusiasme tinggi dari peserta yang terdiri dari anggota LPHD serta perwakilan masyarakat desa dampingan. Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh pengetahuan dan keterampilan praktis dalam pengelolaan lahan gambut, mulai dari pembuatan kompos blok hingga teknik revegetasi yang ramah lingkungan. Pelatihan ini tidak hanya meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mendukung keberhasilan rehabilitasi lahan terdegradasi, tetapi juga memperkuat kolaborasi antara Tropenbos Indonesia, pemerintah desa, dan LPHD dalam mewujudkan pengelolaan hutan dan lahan gambut yang berkelanjutan.

Related Stories