Di Balik Kekayaan Hutan Desa, Ancaman PETI dan Penebangan Ilegal Masih Mengintai
PROTECTION AND CONSERVATION


Kegiatan patroli hutan secara rutin dilaksanakan sebanyak 10 kali setiap bulan atau total 30 kali dalam satu kuartal. Selain patroli rutin, Tim Patroli Hutan Desa (HD) bersama Koordinator Perlindungan dan Pengawasan LPHD juga berperan dalam kegiatan pemasangan pal batas HD. Keterlibatan Tim Patroli dalam kegiatan ini memiliki beberapa tujuan penting, antara lain untuk mempermudah pekerjaan karena mereka lebih memahami kondisi lapangan di HD Pangkalan Telok, serta mendukung KPH atau tim pelaksana dalam melakukan sosialisasi kepada pemilik andil garapan sekitar HD. Kehadiran Tim Patroli juga diperlukan untuk mengantisipasi potensi permasalahan sosial yang mungkin muncul selama pelaksanaan pemasangan, memperkuat kemampuan tim dalam bidang GIS dan pemetaan, serta memudahkan penyusunan strategi pengamanan kawasan pasca pemasangan pal batas. Dengan demikian, kegiatan patroli tidak hanya berfungsi sebagai upaya pengawasan rutin, tetapi juga menjadi bagian dari strategi pengelolaan kawasan yang lebih komprehensif dan berkelanjutan.
Ketapang, Kalimantan Barat — Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) dan penebangan pohon secara ilegal masih menjadi ancaman bagi kelestarian kawasan Hutan Desa di Kabupaten Ketapang. Berbagai temuan lapangan menunjukkan bahwa pengawasan secara rutin dan keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga kawasan hutan dari kerusakan yang terus berpotensi terjadi. Melalui kegiatan patroli rutin, Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) bersama Tim Patroli Hutan Desa terus melakukan pemantauan terhadap kondisi kawasan, mengidentifikasi potensi gangguan, serta mendokumentasikan keanekaragaman hayati dan potensi hasil hutan bukan kayu (HHBK). Patroli dilaksanakan sebanyak 10 kali setiap bulan atau 30 kali dalam satu kuartal sebagai bagian dari upaya pengawasan kawasan secara berkelanjutan. Pemantauan tersebut juga didukung oleh penggunaan sistem Smart Patrol untuk mencatat dan mengelola informasi hasil pengamatan. Data yang dikumpulkan menjadi dasar bagi LPHD dalam mengenali perubahan kondisi kawasan, mengidentifikasi ancaman, dan menentukan langkah tindak lanjut.
PETI dan Penebangan Ilegal Masih Ditemukan
Hasil evaluasi patroli periode November–Desember 2024 di Desa Sungai Besar dan Desa Sungai Pelang memperlihatkan beragam kondisi kawasan, mulai dari potensi sumber daya alam hingga aktivitas yang mengancam kelestarian hutan. Di Hutan Desa Sungai Besar, patroli pada Desember 2024 menemukan sejumlah potensi HHBK, seperti asam payak yang tersebar di blok 21, 31, dan 39, rotan di blok 21 dan 22, serta pandan di blok 197 dan 159. Tim juga mencatat berbagai indikator keberadaan satwa liar, antara lain bekas cakar beruang, sarang orangutan, burung srigunting, suara rusa, sarang semut, dan jenis burung lainnya. Selain itu, ditemukan potensi regenerasi vegetasi melalui keberadaan anakan beberapa jenis pohon, seperti punak, gelam merah, jelutung, ubar, dan medang. Temuan ini menunjukkan bahwa kawasan Hutan Desa masih menyimpan potensi keanekaragaman hayati dan sumber daya alam yang perlu dijaga. Namun, kondisi tersebut dihadapkan pada ancaman kerusakan hutan. Tim patroli menemukan bekas penebangan ilegal terhadap pohon jenis punjok, gerunggang, dan perepat. Aktivitas PETI juga teridentifikasi di sejumlah blok, yaitu blok 83, 63, 94, 72, 108, 120, dan 12. Kegiatan penambangan tersebut dilaporkan menggunakan mesin dompeng dan ekskavator. Ancaman serupa juga ditemukan di Hutan Desa Sungai Pelang. Pada Desember 2024, tim patroli mengidentifikasi aktivitas PETI di beberapa lokasi, termasuk KM 22 serta kawasan KM 21 dan KM 22. Di KM 22, ditemukan tujuh unit kian, tujuh set mesin, dan sekitar 15 orang pekerja. Sementara itu, di lokasi KM 21 dan KM 22 lainnya ditemukan lima unit kian, satu unit ekskavator, dan sekitar 30 pekerja. Di lokasi KM 27, tim menemukan satu set mesin, satu kian, dan satu unit ekskavator yang masih aktif. Selain aktivitas pertambangan, patroli juga menemukan 25 potong kayu hasil penebangan ilegal berukuran 5 x 10 sentimeter. Secara keseluruhan, terdapat 14 pemilik mesin yang terdata dengan total 19 unit mesin berada di KM 22. Temuan tersebut memperlihatkan bahwa aktivitas ilegal masih berlangsung di dalam kawasan Hutan Desa dan membutuhkan perhatian serta penanganan bersama dari pihak terkait.
Pengawasan Diperkuat melalui Patroli Gabungan dan Pemasangan Pal Batas
Sebagai respons terhadap berbagai gangguan kawasan, patroli tidak hanya dilakukan secara rutin oleh tim LPHD, tetapi juga melalui koordinasi dengan aparat penegak hukum. Di Sungai Pelang, patroli gabungan dilaksanakan untuk menindak aktivitas PETI. Sebelum pelaksanaan kegiatan, tim patroli mengikuti briefing koordinasi guna memastikan kesiapan dan kelancaran kegiatan di lapangan. Penguatan kapasitas juga dilakukan melalui penyegaran bagi petugas administrasi Smart Patrol. Langkah ini bertujuan menjaga kualitas pencatatan dan pengelolaan data agar informasi hasil patroli tersusun secara akurat, sistematis, dan dapat digunakan sebagai bahan evaluasi pengawasan kawasan. Selain itu, Tim Patroli Hutan Desa bersama Koordinator Perlindungan dan Pengawasan LPHD turut dilibatkan dalam pemasangan pal batas Hutan Desa, khususnya di wilayah Pangkalan Telok. Keterlibatan mereka dinilai penting karena tim patroli lebih memahami kondisi dan karakteristik lapangan. Peran tersebut juga membantu KPH dan tim pelaksana dalam menyosialisasikan kegiatan kepada pemilik andil garapan di sekitar kawasan. Kehadiran tim patroli diharapkan dapat mengantisipasi potensi persoalan sosial selama pemasangan batas, sekaligus meningkatkan kemampuan anggota dalam penggunaan GIS dan pemetaan. Informasi hasil kegiatan juga menjadi bekal untuk menyusun strategi pengamanan kawasan setelah pal batas terpasang.
Ancaman Berlanjut, Perlindungan Keanekaragaman Hayati Perlu Diperkuat
Pemantauan berikutnya di Desa Sungai Besar pada April 2025 kembali menemukan aktivitas perambahan dan pertambangan ilegal. Di KM 26, tim patroli mencatat 12 orang pelaku dengan empat titik lubang tambang yang masih aktif. Di KM 27 ditemukan satu orang pelaku dengan satu lubang tambang aktif, sedangkan di KM 21 ditemukan aktivitas penebangan pohon. Di sisi lain, kegiatan patroli di empat Hutan Desa, yaitu Sungai Pelang, Sungai Besar, Pematang Gadung, dan Pangkalan Telok, juga berkontribusi terhadap pendataan keanekaragaman hayati. Berbagai jenis satwa teridentifikasi melalui perjumpaan langsung, jejak, sarang, suara, maupun tanda keberadaan lainnya. Penggunaan Smart Patrol membantu tim mendokumentasikan temuan tersebut sebagai bagian dari pemantauan kondisi ekosistem. Data keanekaragaman hayati ini penting untuk memberikan gambaran mengenai keberadaan satwa di kawasan Hutan Desa sekaligus mendukung upaya perlindungan habitatnya.
Temuan Patroli Menjadi Dasar Tindak Lanjut
Berbagai temuan PETI, penebangan ilegal, dan kerusakan vegetasi menunjukkan bahwa pengawasan kawasan Hutan Desa masih menghadapi tantangan. Karena itu, tindak lanjut tidak cukup hanya melalui patroli rutin, tetapi juga membutuhkan koordinasi dan dukungan para pihak. Sebagai langkah lanjutan, LPHD akan menyampaikan surat aduan kepada pihak-pihak terkait mengenai hasil temuan patroli, terutama terkait gangguan dan kerusakan yang terjadi di kawasan Hutan Desa. Penyampaian laporan ini diharapkan dapat mendorong perhatian dan penanganan lebih lanjut sesuai kewenangan masing-masing pihak. Melalui patroli rutin, penguatan kapasitas tim, pemanfaatan Smart Patrol, serta kolaborasi dengan pemerintah dan aparat penegak hukum, LPHD terus memperkuat perannya sebagai garda terdepan dalam menjaga Hutan Desa. Upaya ini menjadi bagian penting untuk memastikan kawasan hutan tetap terlindungi, keanekaragaman hayati terjaga, dan sumber daya alam dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat.
Related Stories
Tropenbos Indonesia © 2026
Sustainable Community Based Forest Stewardship and Livelihood Improvement in Ketapang District by Tropenbos Indonesia empowers local communities to protect forests while enhancing sustainable livelihoods, creating a future rooted in resilience, prosperity, and environmental balance.
Reframe your inbox
Subscribe to our website and never miss an update about project.
We care about your data in our privacy policy.
